Sabtu, 26 April 2014

Penamas Luncurkan Antologi Cerpen Banyumasan


Setelah sukses pada peluncuran antologi cerpen perdana bertajuk Balada Seorang Lengger pada tahun 2011, Cindaga pada tahun 2012, Komunitas Para Penulis Muda Banyumas (Penamas) kembali meluncurkan buku kumpulan cerita pendek berjudul Iwak Gendruwo pada April 2014.
Ketua Penamas Agus Pribadi mengatakan, antologi cerpen ini berisi 22 judul yang ditulis oleh 14 anggota Penamas. Berbeda dari antologi cerpen sebelumnya yang dituliskan dalam bahasa Indonesia, kumpulan cerita pendek ini menggunakan bahasa Banyumas dengan beberapa logat yang kental dengan gaya penulis masing-masing.
Buku antologi cerkak (cerita cekak ) ini diharapkan bisa mengobati rasa rindu bagi siapa pun yang pernah tinggal atau bahkan sekadar singgah di Banyumas. Banyumas yang kental dengan mendoan, getuk goreng, dan bahasa penginyongan mempunyai daya tarik tersendiri,” katanya, kemarin.
Berlatar Banyumas
Adapun 22 judul cerkak berbahasa Banyumas itu ditulis oleh anggota Penamas, yang masing-masing mengangkat cerita berlatar belakang Banyumas. Tajuk antologi Iwak Gendruwo itu diambil dari salah satu judul cerkak yang ditulis Lejar Pribadi dalam buku tersebut.
Agus menyebutkan, cerpen dalam antologi ini menjadi titik temu buku kumpulan cerpen sebelumnya.
“Muga-muga buku kumpulan cerkak kiye kena kanggo tenger lan uga dadi sewijine catetan sejarah menawa basa Banyumas kuwe esih detulis dening wong Banyumas nganti sekiye (Semoga buku kumpulan cerpen ini bisa menjadi penanda dan menjadi salah satu catatan sejarah bahwa Bahasa Banyumas itu masih ditulis oleh orang Banyumas hingga masa kini), ujarnya.
Salah satu penulis, Agus Triono, mengatakan, nilai-nilai moral yang diangkat dalam cerkak ini dikemas dalam cerita yang unik dan lucu, yang diharapkan mampu menjadi inspirasi penulis muda Banyumas yang lain.
“Antologi ini memang belum diluncurkan secara resmi. Tapi sudah bisa didapatkan dengan memesan langsung kepada Penamas,” katanya (*) (Suara Merdeka, 15 April 2014)